Pulau Nias adalah salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi karena pesona pulau agen sbobet sungguh memikat siapapun yang datang. Mulai dari destinasi wisata bahari, pegunungan, dan tak kalah menariknya adalah wisata adat budaya Nias.

Nah Sobat Pariwisata, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, mari kita menjaga dan merawat Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dari segala kerusakan ulah manusia.

Untuk hal tersebut, di awal tadi, redaksi sengaja menyematkan video menginspirasi dari channel YouToube Alffy Rev yang bernama lengkap Awwalur Rizqi Al-firori sebagai pengantar untuk mengenalkan salah satunya dari alam yang ada di Pulau Nias.

Tercatat, ia adalah seorang YouTuber, komposer, produser musik dan sinematografer berkebangsaan Indonesia.

Dari video unggahan Alffy Rev terselib sebuah pesan sempurna yang mendeskripsikan kemolekan alam Indonesia sejak bangsa ini merdeka untuk diwariskan kelak kepada generasi setelah kita untuk dinikmati sepanjang masa.

Dalam video tersebut, ia juga seperti ingin mengajak semua anak bangsa untuk merawatnya secara bersama situs judi bola sbobet.

Nias merupakan kepulauan yang berada di sebelah barat pulau Sumatera.

Ada dua jalur untuk menuju ke kepulauan tersebut, yaitu jalur udara dengan menggunakan pesawat menuju Gunungsitoli dari Padang atau Medan, kurang lebih memakan waktu 1 jam.

Berikutnya melalui jalur laut menggunakan kapal rute Sibolga-Gunungsitoli dan memakan waktu kurang lebih 10 jam.

Sobat Pariwisata, terdapat 3(tiga) destinasi wisata yang direkomen, siap ditampilkan cb vip !

1. Taman Ya’ahowu

Taman Ya’ahowu merupakan sebuah taman indah yang ditampilkan yang terletak di pinggir pantai. Tepatnya di Jalan Lagundi Baru dekat dengan Lapangan Merdeka Gunungsitoli. Buat pecinta olahraga lari, destinasi wisata ini surganya.

Berlari menyusuri keindahan pantai menemukan sensasi tersendiri atau sekedar menikmati pesona Taman Ya’ahowu dengan berjalan kaki.

Sobat, dari ujung ke ujung diperkiran panjang taman ini 500 meteran dengan lebar sekitar 40-50 meter.

Taman Ya’ahowu merupakan tempat favorit untuk dikunjungi setiap sore hari. Selain karena letaknya yang dekat dengan bibir pantai. Taman ini salah satu bagian favorit untuk dinikmati secara gratis.

Pemerintah setempat menetapkan destinasi wisata ini sebagai ruang publik, area taman didesain indah dan menyediakan spot untuk berfoto-foto sambil bersenda gurau bersama keluarga dan teman-teman ditemani deburan ombak dan tiupan angin sepoi-sepoi dari pantai Ya’ahowu.

Kebersamaan ini pun paling asyik di buat live streaming melalui media sosial dengan berbagi momen bahagia, seperti bermain gitar, bernyanyi atau pamer kemesraan untuk disaksikan oleh teman-teman yang tak bisa ikutan.

Di taman ini juga terdapat warung-warung yang menjual berbagai makanan termasuk makanan khas daerah.

Taman ini kerap digunakan untuk kegiatan senam setiap hari minggu, atau acara-acara sosial dan gelaran festival kebudayaan Nias.

2. Pantai Karang Valaete

Terletak di Desa Lahusa, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Sumatra Utara. Jarak dari Kabupaten Nias Barat ke lokasi memakan waktu sekitar 45 menit.

Dinamakan Pantai Karang Valaete karena di sepanjang pantai terdapat bukit-bukit batu tersusun rapi seolah-olah menyambut para wisatawan.

Pantai ini menawarkan kepada para peselancar deburan ombak yang tak terputus, di mana tingginya bisa mencapai 3-5 meter. Terdapat juga bukit-bukit batu besar dengan tinggi 20 meteran.

Jika sobat menaiki salah satu batu karang raksasa yang tingginya sampai 20 meter, maka sobat akan dimanjakan oleh panorama laut dan bentangan Samudera Hindia yang memesona.

Terlebih lagi, menikmatinya di suasana sore hari, ketika matahari perlahan-lahan mulai terbenam. Jangan lewatkan pemandangan sunset di pantai ini, bikin kita berdecak kagum.

Oh ya, Sobat Pariwisata! Pantai Karang Valaete berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, tertarik untuk menikmati pantai ini, Sob?

3. Desa Adat Bawomataluo

Bawomataluo adalah bahasa Nias, yang berarti bukit matahari. Terletak di Desa Adat Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Teluk dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Desa adat ini dihuni sekitar seribuan kepala keluarga. Masyarakatnya sangat memegang teguh nilai adat istiadat dari leluhur.

Beragam pusaka budaya yang dulu dimiliki para leluhurnya masih disimpan. Di antaranya adalah omo hada alias rumah adat tradisional yang terbuat dari kayu tanpa paku, tari tradisional, situs megalitikum, dan atraksi lompat batu alias homobobatu.

Begitu sampai di Desa Adat Bawomataluo Sobat akan disambut oleh susunan anak tangga yang terbuat dari batu tanpa semen.

Sebagai penutup, jangan lewatkan tarian tradisional yang melegendaris, yaitu Tari Fataele atau tari perang yang menggambarkan kehidupan di sini pada zaman dahulu, “berperang demi mempertahankan daerah kekuasaannya.”

Sobat Pariwisata! Desa Adat Bawomataluo merupakan ikon utama Pulau Nias dan secara resmi telah terdaftar sebagai warisan budaya dari Indonesia dalam World Heritage UNESCO 2009.